Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

28 June 2018

Mendidik Anak Berhasil, Konsisten Kuncinya!

mendidik anak

Orangtua memiliki peranan penting dalam proses mendidik dan mengasuh anak. Kebersamaan dengan anak akan menjadikan transforming pengalaman dari orangtua ke anak akan lebih diserap.  Agar proses mendidik dan mengasuh ini membuahkan hasil yang maksimal maka konsistensi orangtua sangat diperlukan. Karena biasanya seiring berjalannya waktu dan tumbuh kembang anak kekonsistensinan ini bisa jadi malah berkurang.  Hal ini mungkin disebabkan karena kesibukan orangtua yang juga semakin bertambah.  

Perlu diketahui bahwa sesungguhnya orangtua merupakan rule model yang nyata bagi anak-anak.  Mereka akan mengadaptasi dan mengikuti apa yang orangtua ajarkan.  Oleh karena itu para orangtua harus konsisten dalam beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut

1. Keteladanan dalam belajar

Hidup merupakan belajar sepanjang masa.  Orangtua adalah pembimbing sekaligus guru yang vital bagi anak-anak sejak ia dilahirkan.  Karena orangtua anak akan belajar dan mengetahui akan lingkungan sekitarnya.  Dan ketika mulai beranjak dewasa maka anak akan lebih eksplor lagi dan akan keluar rumah.  Nah disinilah peran penting orangtua dalam membimbing anak-anaknya.

2.  Menemukan minat dan kesukaan anak-anak

Orangtua sebaiknya harus mengetahui kelebihan anak-anaknya.  Karena disinilah yang harus diasah agar anak memiliki keterampilan yang menonjol dan hal tersebut merupakan kelebihannya.  Peran orangtua adalah membantunya agar anak selalu semangat dan suka dengan apa yang dilakukannya.

3.  Metode belajar yang menyenangkan

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda sehingga cara belajar anakpun juga bisa berbeda.  Ada yang lebih suka dengan visual, pendengaran atau penggabungan keduanya.  Tentunya dengan berjalannya tambah usia, orangtua harus bisa membantu anak bagaimana cara belajar yang mudah dan anak akan lebih cepat mengerti terutama hal-hal yang sulit.  Pendampingan ini harus tetap konsisten dilakukan agar anak bisa menemukan cara belajar yang menyenangkan bagi dia.

4.  Membangun kebersamaan dengan anak

Para orangtua juga harus tetap konsisten meluangkan waktu bersama anak. Banyak hal yang bisa dilakukan dan bisa kita mulai dengan belajar bersama terutama tentang pelajaran-pelajaran di sekolah.  Para orangtua bisa ikut membantu kesulitan-kesulitan yang dialami anak ketika di sekolah.  Hal lainnya juga bisa mengulang-ulang materi pelajaran sehingga anak lebih menguasainya.  Cara belajar dan mencari solusi inilah yang nantinya akan diserap oleh anak.

5.  Teori dan praktek

Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan teori dan praktek yang bisa tunjukkan kepada anak-anak.  Contoh sederhananya adalah cara kerja blender dan kita hubungkan dengan teori pelajaran.  Ataupun ketika sedang berjalan bersama maka kita bisa latih anak untuk kritis terhadap keadaan sekitar.  Bagaimana cara kerja kendaraan atau bahkan hanya dalam hal sepele misalnya mengenal nama-nama merk kendaraan.  Kegiatan seperti ini akan melatih anak untuk mempelajari teori dan aplikasi yang bisa dilakukan di lapangan.

6. Jangan bebani anak

Sebaiknya anak tidak diberikan jadwal yang berlebihan terutama jadwal belajarnya mulai dari les ataupun kegiatan ekstrakurikuler.  Jika anak merasa terbebani maka kita harus menguranginya sehingga anak bisa lebih enjoy dengan apa yang dipelajarinya dan apa yang dilakukannya namun anak maksimal dalam hal tersebut.

7.  Kurangi game dan menonton tv

Untuk anak-anak sebaiknya kurangi bermain game atau sekedar menonton tv untuk menghabiskan waktu.  Bantulah anak untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.  Misalnya dengan lebih aktif kegiatan fisik, membaca buku, bermain bersama teman, olah kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Agar proses mendidik dan mengasuh anak menjadi maksimal maka hal-hal tersebut harus konsisten kita lakukan.  Tanpa konsistensi dari orangtua keberhasilan dalam mendidik anak bisa jadi tidak tercapai. Konsistenlah meskipun terhadap hal-hal yang sederhana.
Back To Top