Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

26 June 2018

5 Cara Cerdas Mendidik Anak Menjadi Pengusaha dan Wirausaha

wirausaha anak sd

Anak menjadi pengusaha ataupun pebisnis merupakan dambaan tiap para orangtua. Karena dengan menjadi pengusaha maka anak akan memiliki kemandirian baik itu finansial dan kemampuan untuk bertahan hidup.  Selain itu dengan menjadi pengusaha atau pebisnis akan membuka lapangan kerja baru yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Tentunya dalam mendidik anak yang memiliki jiwa pengusaha atau pebisnis memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan proses yang panjang.  Mengasah anak bermental wirausaha bisa kita lakukan sejak anak usia dini.  Karena mental pebisnis atau wirausahawan bukanlah keturunan semata namun keterampilan ini bisa kita latih dan asah.
UANG BUKAN SEGALANYA TAPI KEMAUAN DAN TEKAD ADALAH MODAL PENTING MENJADI PENGUSAHA DAN WIRAUSAHAWAN
Sebaiknya para orang tua perlu melakukan 5 langkah kreatif untuk mendidik anak agar menjadi anak berjiwa wirausahawan atau pengusaha.  Adapun caranya adalah sebagai berikut

1. Melatih dengan permainan jual beli

Jual beli meskipun hanya sekedar permainan, hal ini bisa melatih anak untuk berwirausaha. Para orangtua bisa meluangkan waktu sedikit untuk ikut bermain jual beli dengan anak. Masing-masing bisa ambil peran yaitu menjadi pembeli dan penjual dan bisa saling tukar posisi.

Permainan jual beli akan mampu melatih anak untuk mengenal tentang pasar, transaksi jual beli, nilai mata uang ataupun memprediksi.  Meskipun hanya bersifat sederhana hal ini akan membantu jiwa pengusaha anak.  Saat ini sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan praktek jual beli.

Apabila anak sudah mulai mengerti dengan transaksi jual beli maka kita bisa melatih anak untuk berjualan dengan sebenarnya.  Para orang tua bisa saling bekerjasama dengan anak untuk menentukan pangsa pasar yang sederhana yaitu teman sekolahnya. Berilah reward yang menarik jika anak mampu melakukan hal tersebut.

2.  Mengunjungi pusat-pusat sentra bisnis

Biasanya para orang tua akan lebih sering untuk mengunjungi mall atau tempat wisata bersama anaknya, namun para orangtua bisa mengalihkan kunjungan ke tempat-tempat yang melakukan transaksi jual beli secara langsung.  Pasar tradisional bisa kita jadikan contoh aaupun pasar-pasar kaget yang biasanya digelar dilingkungan perumahan.

Para orang tua bisa menjelaskan secara langsung proses jual beli dan bagaimana cara pembuatan barang niaga mulai dari awal pembuatan hingga bisa sampai ke tangan penjual dan akhirnya digunakan para pembeli.

3.  Meningkatkan skill anak dan menciptakan produk

Kenali kemampuan dan kelebihan anak.  Jika anak sudah mampu membuat sebuah produk maka kita bisa menghargainya dengan membeli hasil karyanya.  Beri masukan dan saran dan latih melakukan penawaran harga barang.  

4.  Melatih mengelola keuangan

Hal yang terpenting dalam dunia usaha yaitu mengelola keuangan.  Kenalkan konsep mengelola keuangan sejak anak usia dini.  Hal sederhana yang bisa kita lakukan yaitu melatih anak untuk mencatat segala pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan anak.

Hal terpenting yang juga kita perlu ajarkan yaitu bagaimana mengelola keinginan dan kebutuhan. Karena keinginan dan kebutuhan merupakan dua hal yang berbeda.  Setiap keinginan tentunya tidak akan ada habisnya dan kadang tidak perlu kita butuhkan.  Akan tetapi kebutuhan merupakan sesuatu yang diperlukan untuk digunakan dan memiliki nilai manfaat.

5.  Melatih melihat peluang usaha

Banyak sekali barang-barang di sekitar kita yang bisa dijadikan penghasil uang.  Nah latihlah anak untuk melihat peluang ini.  Hal ini bisa kita mulai dengan hal yang sederhana yaitu mulai dari barang bekas.  Barang bekas kemudian bisa kita olah menjadi barang lainnya yang bisa bernilai uang. Ajarkan melihat peluang usaha ini sejak anak usia dini, agar insting wirausaha anak bisa terbentuk.
Back To Top