Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

25 June 2018

Bahaya Mengajarkan Calistung Anak Usia PAUD


Ketakutan beberapa orangtua terhadap anaknya ketika nanti masuk SD adalah anak tidak bisa baca tulis hitung atau Calistung.  Atas dasar tersebut akhirnya para orangtua memasukkan anaknya ke dalam lembaga Calistung ataupun tempat les calistung lainnya. Mereka berharap nantinya anak ketika masuk sudah menguasai baca tulis hitung.  Tapi betulkah cara ini benar dan tidak berefek negatif terhadap perkembangan anak?

Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya setiap anak memiliki perkembangan kognitif yang berbeda dan tidak sama antara satu anak dengan anak lainnya.  Ada anak yang sudah mampu belajar calistung namun juga ada anak yang belum bisa untuk menguasainya dan mempelajarinya.  Hal ini dikarenakan dunia anak usia PAUD adalah dunia penuh bermain. Sehingga masa tumbuh kembang anak akan lebih maksimal jika menggunakan metode bermain.

Ada beberapa anggapan bahwa mengajarkan anak Calistung pada usia PAUD akan menimbulkan rasa bosan dan jenuh saat anak sudah memasuki SD, betulkah demikian?

Hal terbaik yang diberikan anak saat usia PAUD adalah dengan memaksimalkan tumbuh kembangnya.  Tujuannya adalah agar  perkembangan kognitif anak sejalan dengan usianya.  Kognitif merupakan hal penting anak sebelum anak belajar Calistung.  Apabila perkembangan kognitif anak tidak maksimal dan tidak sesuai dengan usianya maka bisa menyebabkan anak mudah berhalusinasi.

Anak-anak usia PAUD cenderung lebih suka akan dunia fantasi, melakukan kreasi dan lebih sering bertanya karena rasa ingin tahunya lebih besar.  Oleh karena hal yang paling tepat adalah dengan memberikan rasa puas terhadap dunianya yaitu dunia bermain. Calistung kurang tepat jika diterapkan pada usia 4 tahun atau usia PAUD.  Makany para orangtua jangan terlalu tergesa-gesa mengajarkan calistung.

Hal ini bukan berarti anak-anak PAUD tidak boleh belajar Calistung.  Ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan jika ingin anak mempelajari Calistung.  Hal pertama yaitu anak harus sudah memiliki minat dan semangat untuk belajar Calistung bukan pemaksaan dari orang tua.  Yang kedua yaitu metode belajar Calistung yang digunakan yaitu metode bermain menyenangkan.  Jika masih menggunakan metode konvensional seperti pelajaran di SD maka hal ini tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan.  Maka dari itu media-media edukatif sangat diperlukan untuk  belajar Calistung.  Hal yang ketiga yaitu jam belajar tidak boleh berlebihan.  Jika berlebihan jam belajarnya maka hal ini akan bisa mematikan perkembangan kognitif anak.
BAHAYA CALISTUNG UNTUK ANAK-ANAK USIA PAUD YAITU MENIMBULKAN MASA KONTRA PRODUKTIF ANAK
Perkembangan kognitif anak harus berkesesuaian dengan masa usianya.  Jika terjadi ketidaksesuaian maka bukan perkembangan yang terjadi akan tetapi malah terjadi kontra masa produktif.  Ketika anak memasuki sekolah dasar maka semangat belajar anak akan cenderung menurun dan anak akan bosan sekolah.  Anak menjadi bosan karena tidak menyukainya dan anak merasa tersiksa dan menakutkan dengan pelajaran tersebut.

Para bunda dan para orangtua tidak perlu khawatir anak akan ketinggalan pelajaran. Belajar Calistung harus diajarkan pada saat usia anak tepat dan sesuai.  Hal lain yang tidak boleh dilakukan yaitu membandingkan anak satu dengan anak lainnya.  Bahagiakanlah anak pada masa kecilnya karena masa kecilnya hanya datang sekali dan jangan bebani anak dengan belajar Calistung padahal anak belum siap.
Back To Top