Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

25 December 2012

Mendidik Anak Shaleh! Begini Caranya

anak shaleh
Mendidik anak untuk menjadi anak yang shaleh bukanlah perkara yang mudah.  Anak yang shaleh bukanlah datang begitu saja. Pada dasarnya anak dilahirkan secara fitrah, tinggal bagaimana orantuanya mendidiknya.  Mau dijadikan anak shaleh atau mau jadi anak tidak taat kepada orangtua juga bisa.  Salah satu faktor yang menentukan adalah pendidikan yang diberikan kepadanya.  Pendidikan anak sangat berkaitan erat dengan ilmu.  Ilmu inilah yang nantinya berperan mempengaruhi tingkah laku anak.

Mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh harus dilakukan sejak usia dini.  Pendidikan yang pertama kali yang harus diberikan adalah pendidikan keimanan.  Mendidik keimanan pada anak merupakan pondasi yang utama apabila menginginkan  anak akan tumbuh menjadi pemuda/pemudi yang tangguh dan berbakti kepada orangtua.

Beberapa langkah-langkah untuk mendidik anak agar menjadi anak shaleh yang bisa dilakukan sejak usia dini

1.  Mengawali kelahiran anak

Pada fase pertama ini hendaknya anak yang baru lahir dibacakan kalimat Tauhid yaitu kalimat La ilaha illallah.  Oleh karena itu kumandangkanlah azan di telinga bayi katika anak sudah lahir.  Maksudnya adalah agar kata-kata yang pertama didengar si bayi adalah kalimat Tauhid

"Bacakanlahkepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan La ilaha illallah." (HR. Al-Hakim)

2.  Mengenalkan tentang hukum Halal dan Haram pada anak

Perkara halal dan haram adalah perkara yang penting dalam kehidupan.  Halal dan haram tidak bisa dipandang sebelah mata karena halal dan haram adalah aturan yan harus ditaati oleh semua manusia.  Pemahaman halal dan haram ini sebaiknya ditanamkan kepada anak sejak usia kecil, agar anak terbiasa dan ketika sudah dewasa maka anak akan mudah mengerti.

"Taatlah kepada Allah dan takutlah berbuat maksiat kepada Allah, serta suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan larangan-larangan.  Karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka." (HR. Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir)

3.  Menyuruh anak agar menegakkan shalat sejak usia 7 tahun

Shalat dalam agama Islam merupakan perkara yang sangat penting.  Manusia akan dihisap pada hari kiamat dan hal yang pertama kali dihisap adalah perkara shalatnya.  Ketika shalatnya baik maka seluruh amalnya juga baik begitu pula sebaliknya jika shalatnya jelek maka amal kebaikannya pun juga jelek.  Oleh karena itu anak sebaiknya diajarkan tentang shalat semenjak usia 7 tahun.  Apabila hingga umur 10 tahun anak tetap tidak mau shalat maka kita bisa mendidiknya dengan cara dipukul.  Tentunya dipukul yang mendidik bukan dengan pukulan yang kasar.

"Suruhlah anak-anakmu mendirikan shalat jika mereka sudah berumur 7 tahun.  Dan jika mereka sudah berusia 10 tahun, maka pukullah mereka jika tidak mau melaksanakan shalat, dan pisahkanlah tempat tidur mereka." (HR. Al-Hakim dan Abu Daud)

4.  Mendidik anak untuk mencintai Rasulullah dan keluarga Beliau dan membaca Alquran

Dalam mendidik anak untuk mencintai Rasulullah dan keluarganya maka kita bisa mengunakan media mendongeng.  Anak-anak akan sangat senang mendengar cerita yang dibacakan oleh orangtuanya.   Biasakanlah untuk mendongeng kepada anak.  Selain itu kita juga bisa membacakan cerita tentang sahabat nabi.  Untuk selanjutnya kita bisa mengajarkan kepada anak untuk membaca Alquran.  Sempatkanlah waktu untuk anak kita.  Selain itu juga banyak tempat-tempat TPQ agar anak kita bisa membaca Alquran. Agar pahala mengalir terus sebaiknya para orantua berperan dalam pengajaran ini.

"Didiklah anakmu pada tiga perkara: Mencintai Nabimu, Mencintai ahli baitnya, dan membaca Alquran.  Sebab orang-orang yang memelihara Alquran itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari yang tiada perlindungan selain daripada perlindungan-NYA beserta para Nabinya dan orang-orang yang suci."(HR. Ath-Tabrani)

Mendidik anak bukanlah tangung jawab para guru, melainkan orangtuanya lah yang harus mempertanggungjawabkan.  Bukan berarti sudah memberi upah kemudian lepas tangan dan membiarkan anak.  Ketika anak tidak bisa terus yang dipersalahkan adalah para gurunya.  Mendidik anak harus ada kerjasama yang baik antara para orangtua dan guru.  Menjadikan Anak shaleh dan shalehah adalah dambaan setiap keluarga.
Back To Top