Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

08 December 2012

Hal-hal Yang Menyebabkan Bayi Menangis

Penyebab bayi Menangis
Memiliki bayi adalah hal yang menyenangkan dan menggembirakan. Terlebih ketika si bayi sudah bisa mengekspresikan dirinya dengan tertawa.  Tentunya sebagai seorang ibu akan ada rasa bahagia dan senang melihat bayinya terlihat riang gembira.  Akan tetapi perasaan tersebut akan berbeda ketika melihat sang bayi menangis.  Awalnya sih tenang-tenang saja ketika melihat si kecil menangis.  Rasa tenang tersebut bisa berubah menjadi khawatir apabila ternyata sang anak tidak mau berhenti dari menangisnya.  Malah semakin kencang dan membuat panik para orangtua.  Ada apa gerangan?

Meskipun hal yang lazim dan lumrah apabila bayi menangis.  Karena hal tersebut merupakan cara pengekspresian keadaan diri bayi tersebut.  Maklumlah namanya bayi, belum bisa berbicara dan bisanya hanya menangis dan tertawa.  Tapi kita sebagai orangtua wajib tahu, hal-hal yang menyebabkan bayi menangis.  Karena dengan mengetahui hal tersebut maka kita dengan mudah dapat menenangkannya kembali.  Rasanya sangat menggelisahkan kalau melihat si bayi menangis terus tanpa henti.  Kalau menangisnya cuma dirumah, maka kita akan bisa lebih sabar, namun jikalau menangisnya ketika sedang berkumpul dengan orang banyak, maka hal tersebut bisa membuat kita panik.  Rasa panik tersebut timbul dikarenakan tidak enak kalau tangisan bayi kita membuat tidak nyaman orang-orang yang berada di sekitar.  karena tipe orang tentunya berbeda-beda.  Ada yang sabar dan ada juga yang malah jengkel.

Lalu hal apa saja yang membuat bayi menangis?

1. Bayi merasa kesakitan

Bayi yang merasa sakit juga akan sering rewel dan cenderung lebih senang menangis.  Tangisan bayi yang sedang sakit dengan bayi yang kesakitan karena sesuatu hal akan memiliki perbedaan.  Bayi yang kesakitan tangisannya lebih kencang dan melengking.  Oleh karena itu para orangtua harus memahami kondisi tersebut.  Apabila sang buah hati menangis karena ada sesuatu yang mengenai badannya maka kita harus cepat-cepat untuk menghilangkan penyebabnya.

2.  Bayi merasa lapar

Bayi yang merasa lapar terkadang juga mengekspresikan dengan menangis.  Hal ini akan tampak jelas sekali manakala anak masih full asi.  Anak akan menangis ketika dirinya merasa lapar.  Untuk menenangkannya segera berilah asi.

3.  Bayi merasa ngantuk atau lelah

Biasanya bayi yang lagi ngantuk atau kelelahan akan cenderung lebih rewel.  Digendong salah di taruh juga salah.  Kalau untuk anak balita akan terlihat jelas serba salahnya.  Tanda-tanda bayi yang ngantuk atau lelah adalah banyak menguap dan matanya kelihatan sayu.  Untuk menidurkannya timang-timang sejenak hingga akhirnya bayi terlelap tidur.  Bisa diiringi dengan nyanyian dari ibunya.

4.  Bayi merasa tidak nyaman

Tanda-tanda yang tampak adalah bayi akan menggeliat dan berusaha untuk menghindari dari hal yang tidak membuatnya nyaman.  Hal yang membuat tidak nyaman seperti, kepanasan, kedinginan, ada yang menekan.  Sehingga ketika bayi merasakan hal tersebut maka bayi akan bergerak-gerak dan menggeliat untuk menjauh dari hal tersebut.

5.  Ada rangsangan yang berlebih

Rangsangan yang berlebih bisa berupa suara yang keras, kaget ataupun banyaknya kerumunan orang yang ingin menggendongnya.  untuk menenangkannya bawalah si bayi ke tempat yang nyaman.  Bisa ke kamar bayi atau ruangan lainnya yang lebih tenang.

6.  Bayi sakit

Salah satu ciri yang bisa kita perhatikan ketika bayi sedang sakit adalah melalui tangisannya.  Tangisannya berbeda dengan tangisan kesakitan.  Kalau tangisan ini cenderung tidak melengking.  sebagai langkah awal untuk mendeteksi bayi sakit maka kita bisa merasakan suhu tubuhnya.  Apabila panas maka kita bisa membawanya ke dokter anak untuk melihat lebih dalam kondisi bayi.  Untuk membantu kesembuhannya maka banyak-banyaklah beri asi agar daya tahan tubuhnya tetap kuat.

7.  Bayi merasa kesepian

Meskipun usia masih kecil, seorang bayi juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orangtuanya layaknya orang dewasa.  Menimang, menggendong, mengajak berbicara merupakan wujud perhatian orangtua kepaa bayinya agar bayi tidak merasa kesepian.  Karena perhatian yang kita berikan kepada bayi akan membekas dalam diri bayi.

8.  Bayi merasa frustasi

Jangan salah bayi juga bisa merasakan hal ini.  Apa yang akan orang dewasa rasakan ketika keinginannya tidak tercapai?  Akan frustasikan?.  Bayi juga sama, ketika bayi sedang berusaha untuk menggerak-gerakkan tangan untuk meraih maianannya namun badan tidak bisa diajak kerjasama maka bayi juga akan merasa gusar.  Untuk membantunya maka temanilah dan ambilkan apa yang diinginkan.

9.  Bayi merasa takut

Biasanya hal tersebut terjadi ketika si bayi digendong oleh orang yang tidak dikenal atau belum dikenal.  Berilah waktu agar bayi mengenal dengan orang di sekitarnya.

10. Bayi merasa bosan

Memang bayi bisa merasa bosan?  Tentu iya.  Bayi juga akan bisa merasakan bosan.  Biasanya bayi akan merasa bosan ketika berada di suatu tempat tanpa ada yang menemaninya karena ibunya sedang asik dengan aktivitasnya.  Bisa jadi si ibu lagi sibuk ngobrol dengn temannya sehingga bayi terabaikan.  Untuk mengatasinya berikanlah sesuatu untuk bayi, bisa berupa maianan.  Karena bayi perlu utnuk memegang sesuatu agar tidak bosan.

Bayi menangis banyak sekali penyebabnya.  Perlu kepahaman dari orangtua agar si orangtua bisa menenangkan bayi.  Ketika kita tidak tahu penyebabnya maka akan sangat berat utnuk menenangkan bayi yang sedang menangis.

Mari ceriakan anak dengan memberikan perhatian yang lebih untuknya, mengingat masa kecilnya hanya sekali dalam hidupnya.  Jangan biarkan hari-harinya diisi dengan tangisan bayi.
Back To Top