Dampak Memberikan Makanan MPASI Dini atau Terlambat

makanan pendamping bayi
Makanan pendamping ASI merupakan makanan bayi yang harus diberikan sesuai dengan usia anak.  Sebaiknya dalam memberikan MPASI pertama tidak terlalu awal dan tidak pula terlalu lambat.  Apabila anak memang sudah mencapai usia untuk diberikan makanan pendamping maka sebaiknya bayi segera diberi makanan bayi untuk membantu tumbuh kembangnya.

Dalam mengenalkan makanan bayi pertama maka kita bisa memulainya dengan memberikan buah pisang ataupun makanan lainnya yang bertekstur lembut.  Buah alpukat juga baik digunakan sebagai makanan bayi pertama sebagai pendamping asi.  Ketika memberikan makanan pertamanya maka lihatlah reaksi yang diberikan anak.  Apabila anak menyukainya maka bisa diteruskan, namun apabila anak kurang suka dan lebih memilih memuntahkannya maka para bunda bisa mengganti dengan makanan bayi jenis lain.

Dalam memberikan makanan pertama bayi, apabila terlambat akan memberikan efek yang tidak baik untuk bayi.  Begitu pula sebaliknya apabila pemberian makanan pertama ini terlalu dini diberikan malah akan membuat bayi kesulitan dalam tumbuh kembangnya yang bisa menyebabkan kelainan.  Contohnya adalah obesitas atau bayi akan mengalami kegemukkan.

Berikut ini adalah dampak negatif yang bisa timbul apabila memberikan makanan bayi pendamping asi terlalu awal atau dini

1. Bayi dapat terkena penyakit diare dan susah buang air besar

Sistim pencernaan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan belum kuat dan belum mampu secara penuh untuk mengkonsumsi makanan selain asi.  Apabila anak dipaksakan untuk mencerna makanan maka dampak yang timbul adalah anak akan mengalami gangguan pencernaan.  Salah satu tanda anak yang mengalami gangguan pencernaan yaitu anak akan mengalami diare atau anak akan susah buang air besar.

2. Bayi akan mengalami obesitas

Obesitas merupakan masalah yang perlu diwaspadai.  Mengingat anak obesitas akan mengalami banyak kekurangan terutama dalam kegiatan aktifitas fisiknya.  Pengenalan makanan bayi yang terlalu awal akan menyebabkan bayi mengkonsumsi makanan tidak sesuai dengan porsinya, sehingga hal ini akan menyebabkan bayi terbiasa makan secara berlebihan.  Dampak pertama yang timbul yaitu bisa mengakibatkan anak menjadi obesitas/kegemukkan.

3. Bayi terkena kram usus

Kram usus atau biasa disebut dengan kolik usus bisa timbul karena pencernaan bayi yang belum kuat untuk mencerna makanan.  Tanda anak yang terkena kram usus yaitu anak akan menangis dalam tempo yang lama dan anak akan menjerit diiringi dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

4. Bayi akan alergi makanan

Reaksi tubuh yang akan diberikan bayi manakala diberikan makanan pendamping terlalu dini bisa menyebabkan bayi akan alergi makanan.  Hal ini disebabkan karena sel-sel usus bayi belum siap untuk mencerna makanan sehingga sel tersebut akan memberikan reaksi alergi.

5. Anak konstipasi

Konstipasi yaitu timbulnya gas dikarenakan bayi belum kuat untuk mencerna makanan.  Gejalanya adalah sulit buang besar dan tinja menjadi keras.

Sedangkan pemberian makanan bayi yang terlalu lambat juga bisa menyebabkan gangguan pada bayi.  Hal-hal yang bisa timbul akibat telat dalam memberikan makanan pendamping asi antara lain

1.  Anak akan kekurangan nutrisi

Salah satu nutrisi yang mungkin akan terhambat apabila anak tidak segera diberi makanan bayi yaitu anak akan kekurangan zat besi.  Selain itu anak yang terlambat diberikan makanan pendamping akan menyebabkan anak tumbuh dengan badan yang pendek.

2. Kemampuan oromotor yang terhambat

Kemampuan oromotor atau oral motor secara umum adalah sistem gerak otot yang menyeluruh dalam mulut, rahang, lidah, bibir dan pipi. Pada bayi secara khusus, kekuatan, koordinasi dan kontrol dari struktur mulut inilah yang menjadi pondasi dari seluruh aktifitas makan, seperti menghisap, menggigit, menghancurkan makanan, menjilat dan mengunyah.  Oromotor pada anak dapat dirangsang dengan makanan pendamping asi dengan makanan yang beraneka tekstur, konsistensi rasa dan suhu.

Dampak buruk apabila oromotor bayi tidak dirangsang dengan baik

a. Anak akan sering mengeces atau mengeluarkan air liur
b. Anak akan kesulitan dalam mengunyah, menggigit dan menelan makanan
c. Anak akan cenderung mengemut makanan dalam tempo yang lama.  Kebiasaan mengemut makanan yang lama bisa menyebabkan kesehatan mulut bayi akan terganggu.

Pemberian makanan pendamping asi hendaknya diberikan tepat waktu.  Oleh karena itu hitung secara cermat usia bayi agar pengontrolan tetap terjaga.  Kebiasaan ibu-ibu lain yang kurang baik tidak perlu ditiru meskipun para ibu tersebut menceritakan pengalamannya dan terlihat baik.  Yakinlah bahwa segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan akan memberikan efek positif untuk perkembangan bayi kita.

No comments:

Post a Comment