09 July 2012

Mendidik Anak Ketika Lahir


paud
Islam adalah agama yang universal.  Berbagi macam tata cara hidup banyak diajarkan dalam Islam.  Pengajaran tata cara hidup tersebut dimulai sejak bangun tidur hingga tidur lagi.  Ketika hal ini dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari maka keberkahan hidup akan bisa diperoleh.
Salah satu contoh pengajaran yang diajarkan adalah tentang tata cara pendidikan tentang ketika sang anak baru lahir kea lam dunia.  

Berikut ini adalah tata cara pendidikan anak dalam islam ketika bayi lahir

1.        Menyampaikan kabar gembira dan ucapan selamat atas kelahiran

Setelah anak lahir, hal yang dilakukan adalah dengan menyampaikan kabar tentang kelahiran kepada sanak family ataupun tetangga.  Agar semua orang ikut merasakan kebahagiaan dengan berita kelahiran ini.
Firman Allah ‘Azza Wa Jalla tentang kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam bersama malaikat:
“Dan isterinya berdiri (di balik tirai lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari lshaq (akan lahir puteranya) Ya ‘qub. ” (Surah Hud : 71).
Dan firman Allah tentang kisah Nabi Zakariya ‘Alaihissalam:
“Kemudian malaikat Jibril memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah mengembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu ) Yahya ” (Ali Imran: 39).

2.        Menyerukan Adzan di telinga bayi

Hal ini bertujuan agar kata-kata yang pertama kali di dengar adalah suara tentang pengagungan Allah Swt dan persaksian terhadap kenabian Nabi Muhammad Saw.

3.       Tahnik

Mentahnik anak ketika lahir adalah salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah. Caranya yaitu dengan mengunyah kurma sampai lembut kemudian dioleskan kelangit-langit mulut bayi secara merata.
Abu Musa menuturkan:
“Ketika aku dikaruniai seorang anak laki-laki, aku datang kepada Nabi, maka beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan korma dan mendo’akan keberkahan baginya, kemudian menyerahkan kepadaku”.
Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan sang bayi, karena bayi yang baru lahir rentan dengan kematian.  Karena menurut penelitian Dr Faruq Masahil yang dimuat majalah Al Ummah, Qatar, edisi 50, menyebutkan: “Tahnik dengan ukuran apapun merupakan mu’jizat Nabi dalam bidang kedokteran selama empat belas abad, agar umat manusia mengenal tujuan dan hikmah di baliknya. Para dokter telah membuktikan bahwa semua anak kecil (terutama yang baru lahir dan menyusu) terancam kematian, kalau terjadi salah satu dari dua hal:
a. Jika kekurangan jumlah gula dalam darah (karena kelaparan).
b. Jika suhu badannya menurun ketika kena udara dingin di sekelilingnya.

4.       Memberi Nama

Nama adalah doa, oleh karena itu berilah nama anak dengan nama yang baik.  Dan nama juga merupakan hak anak terhadap orang tuanya.
” Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta’ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah” ( HR.Abu Daud An Nasa’i)

5.       Aqiqah/menyembelih kambing

Pada hari ke tujuh setelah kelahiran anak sangat dianjurkan untuk menyembelih kambing.  Satu kambing untuk anak perempuan dan dua kambing untuk anak laki-laki.
“Setiap anak membawa aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan jauhkanlah gangguan darinya” (HR. Al Bukhari.)
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha,bahwaRasulullah bersabda:
“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing” (HR. Ahmad dan Turmudzi).

6.       Mencukur rambut bayi dan bersedekah perak sesuai dengan berat rambutnya

Dengan mencukur rambut bayi maka akan menyehatkan kepala sang bayi.  Karena akan membuka pori-pori dan dapat mempertajam penglihatan dan pendengaran sang bayi. 
Dengan bersedekah mudah-mudahan sang bayi akan dijauhkan dari bala dan wujud syukur kepada Allah Swt
Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, katanya:
“Fatimah Radhiyalllahu ‘anha menimbang rambut Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kaltsum; lalu ia mengeluarkan sedekah berupa perak seberat timbangannya (HR. Imam Malik dalam Al Muwaththa’)

7.       Berkhitan

Yaitu memotong sedikit kulup/kulit di sekitar kepala zakar pada laki-lakiatau bagian kulit yang menonjol pada pintu vagina untuk anak perempuan.  Bagi anak laki-laki wajib untuk berkhitan dan untuk wanita dianjurkan.
Dengan berkhitan maka akan dapatmenyehatkan badan.
“Fitrah itu lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak” (HR. Al-bukhari, Muslim)

Inilah beberapa metode pendidikan yang diajarkan dalam islam.  Dan merupakan tahapan awal untuk membentuk generasi yang Robbani dan nantinya diharapkan akan menjadi anak yang bisa bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat.

No comments: