Tahnik Mudah Untuk Bayi

tahnik bayi
Islam adalah agama yang sempurna. Banyak sekali tata cara hidup yang benar yang diajarkan dalam agama ini.  Baik itu mulai dari mau tidur hingga tidur kembali diajarkan dalam agama Islam ini. Ketika kita bisa melaksanakan semua ajarannya maka keselamatan dan keberkahan menjalani hidup akan kita dapatkan.

Salah satu ajaran dan sunnah yang kita praktekkan adalah tentang bagaimana menyambut kelahiran sang buah hati.  Dalam agama Islam, menyambut kelahiran bayi juga diajarkan.  Sunnah tersebut adalah tentang mentahnik bayi, aqiqah bayi, mencukur rambut bayi, berkhitan untuk anak dan hal lainnya hingga ia dewasa termasuk mencarikan jodohnya.

Hal yang penting untuk dilakukan untukmenyambut kelahiran bayi adalah dengan mentahnik.  Apakah yang dimaksud dengan tahnik?  Pengertian tahnik secara mudahnya yaitu mengunyah sesuatu kemudian meletakkannya di langit-langit mulut bayi.  Sehingga pemahaman yang benar tentang mentahnik bayi yaitu mengunyah kurma hingga lembut kemudian menggosokkannya di langit-langit mulut bayi.

Lalu siapakah yang boleh melakukan tahnik kepada bayi?  Dianjurkan yang melakukan tahnik kepada bayi adalah orang yang memiliki kebaikkan dan berilmu dan bisa mendoakan kebaikkan untuk bayi tersebut.  Kita sebagai orang tua juga diperbolehkan untuk mentahnik bayi.  Oleh karena itu kita juga harus berilmu dan sudah terbiasa menjalankan agama Islam dengan baik.

Tentang dalil tahnik untuk bayi adalah sebagai berikut

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Lahir seorang anakku maka aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau memberinya nama dengan Ibrahim. Beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barokah untuknya. Kemudian beliau menyerahkan bayi itu kepadaku.” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)]

Dalam Riwayat yang lain

Dari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq ketika ia sedang mengandung Abdullah bin Az-Zubair di Mekkah, ia berkata, “Aku keluar dalam keadaan hamil menuju kota Madinah. Dalam perjalanan aku singggah di Quba dan di sana aku melahirkan. Kemudian aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan anakku di pangkuan beliau. Beliau meminta kurma lalu mengunyahnya dan meludahkannya ke mulut bayi itu, maka yang pertama kali masuk ke kerongkongannya adalah ludah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu beliau mentahniknya dengan kurma dan mendo’akan barokah baginya. Lalu Allah memberikan barokah kepadanya (bayi tersebut).” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (5469 Fathul Bari), Muslim (2146, 2148 Nawawi), Ahmad (6247) dan At-Tirmidzi (3826)]

Dalam Hadits yang lain


Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Aku pergi membawa Abdullah bin Abi Thalhah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ia baru dilahirkan. Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu sedang mencat seekor untanya dengan ter. Beliau bersabda kepadaku “Adakah kurma bersamamu?”. Aku jawab, “Ya (ada)”. Beliau lalu mengambil bebeberapa kurma dan memasukkannya ke dalam mulut beliau, lalu mengunyahnya sampai lumat. Kemudian beliau mentahniknya, maka bayi itu membuka mulutnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memasukkan kurma yang masih tersisa di mulut beliau ke maulut bayi tersebut, maka mulailah bayi itu menggerak-gerakan ujung lidahnya (merasakan kurma tersebut). Melihat hal itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kesukaan orang Anshar adalah kurma”. Lalu beliau menamakannya Abdullah.” [Dikeluarkan oleh Al-bukhari (5470 Fathul Bari), Muslim (2144 Nawawi), Abu Daud (4951), Ahmad (3/105-106) dan lafadh ini menurut riwayat Ahmad dan diriwayatkan juga oleh Al-baihaqi dalam Asy-Syu’ab (8631)]

Lantas apakah hikmah melakukan tahnik kepada anak?

Ada yang beranggapan bahwa tahnik adalah latihan makan untuk si bayi agar kuat.  Pendapat ini kalau dipikir sekilas ada benarnya.  Tetapi yang perlu kita pahami bahwa tahnik kepada bayi adalah pengharapan kebaikkan untuk bayi dengan keimanan.  Mengingat bahwa kurma adalah salah satu pohon yang digambarkan oleh Rasulullah sebagai gambaran manusia dan khasiat buah kurma yang luar biasa.


Tentunya banyak sekali faedah dan manfaat yang akan kita dapatkan dari melaksanakan sunnah-sunnah Nabi.  Karena Allah Swt yang paling tahu hikmah dari semua yang diperintahkannya.  Kita sebagai manusia hanya menjalankan.  Mengingat jaman sekarang adalah jaman yang banyak terjadi pemutar balikkan fakta.  Sebagai contoh madu yang sangat baik untuk kesehatan akan tetapi tidak baik untuk anak kecil, dan berita-berita lain yang banyak menyesatkan.  Kita jangan mudah percaya dengan pendapat-pendapat manusia yang tidak berdasarkan dalil.  Karena Nabi Muhammad sudah mencontohkan semuanya, kita tinggal mengikutinya agar selamat dunia dan akherat.

Semoga artikel tentang tahnik kepada bayi bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tahnik Mudah Untuk Bayi"