Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

10 December 2018

Tanda Anak Kurang Gizi dan Cara Mengatasi

tanda anak kurang gizi

Anak kurang gizi merupakan salah satu masalah yang harus kita selesaikan bersama.  Di era sekarang terutama di Indonesia, anak kekurangan gizi juga menjadi perhatian yang penting bagi semua kalangan terutama pihak Pemerintah (DEPKES).  Bagi para orangtua harus mengetahui tanda dan ciri anak yang kurang gizi.  Mulai dari berat badan yang kurang hingga bentuk tubuh yang cenderung kurus.  Selain itu penyebab lainnya juga banyak yang menyebabkan anak kekurangan gizi.

Anak balita ataupun anak batita memerlukan nutrisi dan gizi yang cukup untuk membantu memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.  Masa anak-anak merupakan masa emas atau golden age yang mana hal tersebut merupakan masa penting untuk masa depannya setelah ia tumbuh dewasa.  Kecukupan akan vitamin, gizi dan nutrisi tinggi harus terpenuhi selama masa emas tersebut.  Masa emas hanya datang sekali dan tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Untuk saat ini memang isu anak balita kekurangan gizi sudah jarang kita dengar. Biasanya anak yang kekurangan gizi terjadi pada daerah-daerah pelosok.  Namun hal ini bukan berarti di daerah perkotaan tidak terjadi kasus anak kurang gizi.  Bisa saja hal ini menimpa pada anak kita, apabila kita tidak memperhatikan dengan baik asupan gizi pada buah hati kita.

Lantas apakah pengertian dari kurang gizi itu sendiri?  Kurang gizi adalah tidak terpenuhinya kebutuhan gizi anak yang mana hal tersebut telah terjadi sejak lama dan terus berlangsung.  Bahkan ketika anak masih dalam kandungan.  Oleh karena itu para ibu hamil harus memperhatikan dengan baik kebutuhan akan gizi pada bayi yang sedang dikandungnya.  Setelah melahirkan hingga anak mencapai usia dua tahun kebutuhan akan gizi dan nutrisinya harus tetap dipenuhi dengan baik.

Beberapa penyebab dari anak kurang gizi diantaranya adalah
  • Anak kurang nafsu makan
  • Minimnya stock bahan pangan dalam keluarga
  • Adanya gangguan saluran pencernaan pada anak
  • Anak sering sakit-sakitan

Dalam masa emas anak atau golden age kebutuhan akan gizi ini menjadi sangat penting. Nutrisi untuk otak anak harus terpenuhi dengan baik untuk membantu meningkatkan IQ anak karena masa ini adalah masa perkembangan.

Berikut ini adalah tanda dan ciri-ciri anak yang mengalami kurang gizi
  1. Bentuk tubuh anak yang tidak ideal dikarenakan perkembangan anak yang tidak maksimal. 
  2. Biasanya badannya cenderung kurus dan bertubuh kecil serta pendek.
  3. Anak akan cenderung lebih susah mengontrol emosinya
  4. Anak kurang ceria dan terlihat lesu
  5. Anak suka menangis yang berlebihan
  6. Rambut dan kulit biasanya terlihat kering dan cenderung rambutnya mudah mengalami kerontokan.
  7. Badan kurang kuat

Para orangtua perlu ekstra berhati-hati apabila anak-anak mengalami kurang gizi pada wilayah anak kekurangan energi protein atau yang bisa kita singkat dengan KEP.  Jika anak mengalami kekurangan energi protein maka kemungkinan besar anak akan terkena Kwashiorkor ataupun Marasmus.  Kwashiorkor ataupun marasmus merupakan masalah serius yang harus segera diatasi.

Anak-anak yang terkena marasmus bisa kita lihat dengan gejala sebagai berikut
  • Berat badan turun drastis
  • Massa otot yang mengecil
  • Kulit menjadi kering
  • Lemak tubuh sangat tipis dan sedikit
  • Rambut mudah rontok dan tipis

Sedangkan ciri dan gejala kwashiorkor antara lain adalah
  • Terjadi perubahan warna rambut menjadi warna pirang atau kekuningan
  • Kulit terlihat kusam bahkan cenderung kering
  • Nafsu makan anak menjadi hilang
  • Perut anak menjadi buncit
  • Pergelangan kaki terjadi pembengkakan

Para orangtua juga harus waspada terhadap anak-anak yang normal namun anak tersebut kekurangan vitamin dan mineral.  Anak yang kekurangan vitamin dan mineral juga akan memberikan gejala dan tanda-tanda.  Berikut adalah tanda-tanda anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral
  1. Mengalami permasalahan pada kulit anak
  2. Lidah anak mengalami pembengkakan
  3. Berkurangnya penglihatan anak ketika waktu gelap atau pada tempat yang kekurangan cahaya
  4. Susah bernafas
  5. Tubuh merasa lelah meskipun tidak beraktifitas
  6. Timbul rasa nyeri yang biasa dirasakan di sekitar tulang dan otot anak.

Apabila putra-putri kita mengalami gejala-gejala di atas dan anak mengalami keluhan yang serupa, ada baiknya segera dibawa ke dokter untuk diambil langkah perawatan dan pencegahannya.

Mengatasi anak yang megalami kekurangan gizi bisa dilakukan, namun alangkah baiknya apabila kita melakukan tindakan pencegahan ataupun preventif.  Oleh karena itu para orangtua harus memberikan nutrisi dan gizi yang cukup untuk buah hatinya.  Pola makan anak harus diatur termasuk juga dengan komposisi makanannya agar anak tidak kekurangan gizi.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya terpenuhi yaitu
  • Buah-buahan dan sayur mayur
  • Makanan yang banyak mengandung karbohidrat
  • Makanan yang banyak mengandung protein
  • Susu ataupun makanan olahan susu
Back To Top