18 April 2013

Mendidik Kemandirian Anak Sejak Usia Dini

Melatih kemandirian Anak
Siapa yang tak menginginkan anaknya menjadi anak yang mandiri?  Setiap orang tua pasti berharap agar anaknya menjadi anak yang mandiri.  Baik itu mandiri dalam segala hal.  Karena anak yang memiliki jiwa mandiri akan sangat membantu pekerjaan orang tua sehingga tidak akan terlalu merepotkan orang tua.  Tentunya dalam mendidik anak agar menjadi anak yang mandiri harus dilakukan sejak anak usia dini dan dilakukan secara konsisten dan penuh dengan kesabaran.

Sikap mandiri yaitu suatu sikap yang memungkinkan seorang anak untuk berbuat dan bertindak secara bebas, melakukan suatu hal atas dorongan diri sendiri tanpa merepotkan atau bantuan orang lain dan mampu untuk berpikir secara kreatif yang penuh inisiatif dan mampu untuk memberikan pengaruh kepada lingkungan sekitarnya dengan rasa percaya diri dan anak mendapatkan kepuasan dari apa yang telah dilakukannya.

Pada dasarnya setiap anak memiliki sikap kemandirian.  Sikap mandiri anak tidak tampak di usia dewasa bisa jadi dikarenakan penerapan pola asuh maupun pola didik yang salah ketika anak masih usia dini.  Kebanyakan para orang tua memberlakukan anaknya dengan sikap yang berlebihan dan cenderung memanjakan anak.  Rasa sayang yang berlebihan kepada anak sangat memungkinkan mematikan daya kemandirian anak.

Banyak para orang tua yang berlebihan dalam memberikan proteksi kepada anaknya.  Sehingga ketika anak ingin mencoba hal baru, para orang tua banyak memberikan pelarangan dengan alasan anak nanti cidera ataupun jatuh.  Sebagai contoh misalnya ketika anak ingin belajar naik kursi, sikap yang diambil para orang tua yaitu pasti melarang anaknya untuk melakukan hal tersebut dengan alasan takut nanti anaknya jatuh.  Sikap pelarangan yang berlebihan inilah yang akan memberikan pengaruh kepada anak untuk lebih bersikap pasif dan mengikuti perintah dari orang tuanya.  Sehingga anak akan cenderung tidak mandiri dikarenakan pola mendidik yang diberikan orang tuanya.  Seharusnya anak diberi pendampingan dan pengarahan bukan dengan pelarangan secara spontan.

Beberapa ciri anak yang memiliki sikap kemandirian yaitu

1. Memiliki rasa tanggung jawab
2. Mampu menimbang dalam menghadapi masalah sesuai dengan tingkat kecerdasannya yang dimilikinya.
3. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
4. Mempunyai sikap yang kreatif dan inisiatif

Untuk membentuk agar anak menjadi anak yang mandiri antara lain

1. Melatih anak untuk memilih dan konsekuensi yang harus diterima atas pilihannya itu.

Berilah sedikit kebebasan kepada anak untuk melakukan hal yang disukainya.  Beri kesempatan anak untuk membuat keputusan dimulai dalam lingkup yang sederhana.  Tujuannya adalah agar anak terbiasa memutuskan dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dipilihnya.  Sebagai contoh misalnya beri kesempatan anak untuk membuat menu makanannya sendiri sesuai dengan seleranya, memberi kesempatan anak untuk memilih dan memakai bajunya sendiri. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

2. Memberikan apresiasi kepada anak atas apa yang telah dilakukannnya.

Berilah penghargaan atas usaha positif yang telah dilakukan anak.  Namun jikalau anak melakukan kegagalan janganlah memarahi anak.  Berilah motivasi agar anak tetap semangat dan mau mencoba kembali usahanya. 

3. Hindari sikap mendikte dan banyak omong kepada anak

Para orang tua sebaiknya meminimalisir sikap mendikte dan sikap cerewet kepada anak.  Para orang tua sebaiknya tidak banyak tahu dan tidak perlu banyak memberikan nasehat kepada anak.  Berbicaralah seperlunya saja ketika anak sedang melakukan suatu hal dan beri kesempatan anak untuk konsen.  Bantu anak jika anak memang membutuhkan bantuan maupun nasehat.

4. Latih anak untuk berpikir sendiri atas apa yang belum diketahuinya.

Sifat anak memang selalu ingin tahu dan banyak tanya terutama kepada orang tuanya.  Kadang ada beberapa anak yang banyak bertanya kepada orang tuanya hingga orang tuanya susah untuk menjawab pertanyan dari orang tuanya.  Berilah pengertian kepada anak bahwa sumber informasi tidak hanya dari orang tua saja.  Ajak anak untuk berpola pikir kreatif dengan memanfaatkan fasilitas informasi yang ada di sekitarnya.  Baik itu melalui buku maupun menanyakan kepada orang yang ahli dibidangnya.

5. Minimalisir kata "Tak mungkin" atau "Mustahil" kepada anak

Kata-kata yang terlihat sederhana tersebut sangat ampuh untuk mematikan daya kreativitas anak.  Ucapan kata tersebut sangat berpotensi melemahkan dan mematahkan semangat anak sehingga anakpun tidak mau mencapai apa yang telah diinginkannya dan dipikirkannya. Ingat pepatah Impossible is Nothing.

Hal yang bisa dilakukan orang tua dalam mendidik anak agar anak menjadi anak yang mandiri adalah dengan mendampinginya.  Beri kesempatan anak untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya dan beri kesempatan anak untuk memutuskan pilihannya.  Para orang tua harus memahami bahwa anak juga memiliki otonomi atas dirinya dan orang tua sebaiknya tidak memberikan proteksi yang berlebihan kepada anaknya.

No comments:

Post a Comment