Cara Mudah Belajar Matematika Untuk Anak Balita

mengajarkan matematika pada anak
Untuk menumbuhkan rasa cinta pada pelajaran matematika pada anak perlu dirangsang sejak anak usia dini.  Terutama anak yang sudah memasuki usia balita maka sebaiknya anak dikenalkan dengan konsep ilmu matematika.  Rangsangan yang dilakukan secara rutin akan memberikan dampak positif untuk meningkatkan kecerdasan logika anak.

Secara tidak sadar bahwa dalam lingkungan di sekitar kita akan kita temui berbagai angka dan hitungan yang berhubungan dengan ilmu matematika.  Sebagai contoh misalnya ketika sedang membeli buah jeruk.  Buah jeruk yang kita beli tentunya  akan memiliki jumlah dan akan bisa kita hitung.  Kalau kita sendiri yang menghitungnya mungkin tidak akan memberikan efek yang berarti untuk kita.  Akan tetapi dampak tersebut bisa jadi akan sangat terasa apabila kita menghitung buah jeruk tersebut bersama anak.  Ketika menghitung buah jeruk bersama anak maka secara tidak langsung anak akan belajar tentang konsep dasar ilmu matematika.  Tentunya inilah yang sebenarnya bisa menambah nilai untuk perkembangan anak kita.  Dari hal yang sepele namun bisa menjadi sangat bermanfaat untuk buah hati kita.

Lalu bagaimanakah mengajarkan dan cara mengenalkan konsep belajar matematika untuk anak?

Untuk melatih anak belajar matematika maka kita dapat memberikan stimulasi dengan metode antara lain

1. Konsep waktu

Konsep waktu secara sederhana bisa kita ajarkan kepada anak dengan mengenalkan anak pada suasana pagi, siang, sore dan malam hari.  Selain itu kita bisa mengajarkan dan mengenalkan anak tentang jumlah hari, bulan maupun tahun.  Media jam dinding juga bisa dipakai untuk mengenalkan anak tentang konsep ilmu matematika.  Kapan ayah pulang kerja atau jam berapa ayah berangkat kerja, dan ceritakanlah hal tersebut kepada anak.  Ajak anak untuk sedikit berpikir tentang hal ini, karena nantinya lama-lama anak akan memahami hal tersebut.

2. Konsep Pengukuran

Konsep sederhana pengukuran bisa kita kenalkan anak pada hal-hal yang bersifat sederhana.  Misalnya tentang tinggi rendah.  Saudara anak kita bisa dijadikan sebagai contoh rangsangan awal dari pengukuran.  Ketika anak lain lebih tinggi daripada anak kita maka kita bisa menjelaskan bahwa dia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak kita.  Untuk konsep jumlah sederhana maka kita bisa mengajak anak menghitung jumlah barang belanjaan ibu.  Terus bandingkan antar kntong barang yang telah ibu belanjakan.  Besar kecilnya kantong belanjaan ibu belum menentukan bahwa kantong yang besar akan memiliki jumlah yang banyak.  Hal-hal sederhana lainnya bisa kita kreatifkan lagi sehingga anak secara tidak sadar telah belajar tentang ilmu matematika.

Ketika anak sedang mandi, maka kita juga bisa memberikan konsep pengukuran. Berapa banyak air yang bisa ditampung dalam wadah dan variasikan hal tersebut karena nantinya anak-anak lama-lama juga akan mengerti dari apa yang telah kita ajarkan.

3. Konsep klasifikasi suatu benda

Pembelajaran dalam pengelompokkan suatu benda juga terbukti efektif untuk membangun logika anak.  Misalnya kita ambil contoh di dapur.  Di dapur maka kita bisa melatih anak untuk mengenali sendok.  Minta anak untuk menyebutkan benda-benda yang memiliki bentuk sama ketika sedang di dapur.  Contoh hal yang lainnya bisa kita kreatifkan lagi.

4. Konsep angka dan berhitung

Dalam mengenalkan ini maka kita bisa berkreasi dengan banyak hal. Sebagai contoh adalah

a. Memberikan anak-anak mainan yang bertemakan angka.  Biarkan anak bermain mengurutkan.
b. Ketika sedang di kendaraan, maka kita bisa mengajak anak untuk menghitung jumlah masjid yang terlihat di sepanjang jalanan.
c. Meminta anak untuk membagikan makanan kepada temannya secara rata.
d. Mainan buah yang bisa dibelah maka akan bisa mengajarkan anak tentang konsep setengah, seperempat, maupun sepertiga.

Masih banyak lagi media lainnya yang bisa kita pergunakan secara efektif.  Rutinkanlah hal tersebut hingga anak paham.  Pengenalan konsep dasar matematika yang dilakukan secara menarik akan membuat anak-anak mencintai pelajaran matematika.  Jangan lupa untuk diingat bahwa dalam pengenalan metode ini berbeda dengan cara anak yang telah dewasa.  Suasana yang menyenangkan akan membuat anak-anak tidak takut kepada pelajaran matematika terutama ketika anak sudah memasuki bangku sekolah dasar.

No comments:

Post a Comment