Mencerdaskan Anak Sejak Usia Dini

Cerdas Ceria Sehat dan Berakhlaq

14 May 2019

Inilah Penyebab Kenakalan Anak, Mudah Tersinggung!

Kenakalan remaja ataupun kenakalan anak-anak merupakan hal yang wajib untuk kita kaji kembali agar ada evaluasi baik itu dunia pendidikan ataupun cara pola asuh orang tua di rumah.  Keduanya ini sangat berkaitan dan harus saling bekerja sama agar anak tidak tumbuh menjadi anak nakal.

Usia remaja merupakan usia yang rentan, karena mereka lebih mudah untuk pecah karena kondisi emosinya yang belum stabil.  Efeknya adalah kenakalan yang kita anggap biasa ini bisa menjadi kenakalan yang berujung tindakan kriminal atau kenakalan yang tergolong kenakalan berat.

Dalam laporan National Center for Education Statistics yang berada di Amerika Serikat menyebutkan bahwa di tahun 2013 setidaknya kenakalan anak di dalam sekolah ternyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan kenakalan anak di luar sekolah.  Siswa yang menjadi korban rata-rata berusia 12 hingga 18 tahun dan mereka rata-rata menjadi korban kenakalan berat.  Rata-rata ada sekitar 37 kasus dari 1000 orang.  Sedangkan data yang ada, kenakalan anak di luar sekolah hanya 15 kasus dari per 1000 orang.

Perlu kita ketahui bersama bahwa, penyebab kejahatan ataupun kenakalan para siswa tersebut hanya berawal dari permasalahan-permasalahan sepele, namun efek yang ditimbulkan tergolong dalam kejahatan berat.

Di Indonesia sendiri kenakalan-kenakalan remaja juga berjumlah tidak sedikit. Data-data yang terjadi di Amerika Serikat wajib menjadi bahan perhatian baik itu pihak sekolah ataupun pihak orang tua.

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian yaitu memahami perilaku anak, mengetahui sebab-sebab kenakalan anak, bagaimana cara mengatasi gejalanya dan yang terakhir yaitu bagaimana tindakan untuk pencegahannya agar kenakalan tidak terjadi.

Mudah tersinggung merupakan hal yang paling sering terjadi penyebab kenakalan remaja.  Emosi mereka mudah terpicu atau tersinggung (Irritable Children).  Anak-anak yang memiliki mudah tersinggung cukup parah atau Chronically Irritable akan menyebabkan anak mudah frustasi, depresi dan anak akan gampang tantrum.

Berikut adalah beberapa penyebab anak mudah tersinggung

1.  Anak minim adab (Manners and Etiquettes)

Anak tidak memiliki adab atau rasa sopan santun baik itu kepada guru, orangtua atau kepada orang lain yang lebih muda atau lebih tua darinya akan lebih mudah pecah emosinya.  Oleh karena itu adab wajib diajarkan kepada anak.  Adab ini bisa kita awali ketika memulai pelajaran atau ketika sedang mulai belajar.  Ini akan mengajarkan anak bagaimana cara bersikap yang baik.

2.  Anak tidak terbiasa dengan larangan atau perintah

Anak yang tidak terbiasa dengan perintah dan larangan akan lebih cenderung mengikuti hawa nafsunya.  Anak maunya mengikuti kemauannya, jika tidak ada yang sesuai dengan seleranya anak akan mudah marah atau emosi.

Perintah ataupun larangan hendaknya mulai diajarkan kepada anak.  Walaupun ada yang berpendapat bahwa dua hal ini yaitu perintah ataupun larangan tidak diajarkan dalam dunia pendidikan.   Namun dalam ilmu agama hal ini hendaknya mulai dikenalkan agar anak mampu untuk belajar mengendalikan emosi atau mengendalikan kemauannya.  Tujuannya adalah agar anak tidak mudah tersinggung.
Memahami perilaku anak, mengetahui sebab-sebab kenakalan anak, bagaimana cara mengatasi gejalanya dan yang terakhir yaitu bagaimana tindakan untuk pencegahannya agar kenakalan tidak terjadi.
Kenakalan remaja paling sering dipicu oleh hal-hal kecil salah satunya yaitu mudah tersinggung.  Jangan remehkan kenakalan anak agar nantinya tidak menjadi kenakalan berat bahkan menjadi kejahatan berat.  Mulai ajarkan anak pengendalian diri dan jangan sering memanjakan anak dengan menuruti segala kemauannya.

Back To Top