16 March 2013

Penyebab Anak 2 Tahun Telat Bicara

anak telat berbicara
Perkembangan anak 2 tahun yang telat berbicara merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan baik.  Perkembangan bahasa anak juga perlu dilakukan stimulasi dan rangsangan agar perkembangan bahasanya tidak mengalami keterlambatan.  Anak yang telat bicara pada usia 2 tahun kalau hanya didiamkan saja maka akan bisa berpengaruh terhadap perkembangan lainnya.  Hal ini akan terasa manakala anak sudah masuk usia sekolah, baik itu tingkat SD maupun tingkat PAUD.

Anak usia 2 tahun belum bisa berbicara bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal.  Oleh karena itu para orang tua bisa membandingkan dengan anak lain yang seusianya.  Apabila anak yang lain sudah bisa berbicara namun anak kita belum bisa ngomong maka kita patut curiga dan waspada terhadap perkembangan bahasa anak kita.  Anak yang telat bicara bisa jadi dikarenakan ada perkembangannya yang belum terselesaikan.  Bisa juga dikarenakan di lingkungan keluarganya yang menggunakan 2 bahasa sehingga membuat anak bingung mau menggunakan bahasa yang mana.  Meskipun demikian nantinya anak juga akan bisa berbicara 2 bahasa.

Perkembangan bahasa anak laki-laki dan anak perempuan akan mengalami perbedaaan.  Anak perempuan akan lebih cepat untuk berbicara bila dibandingkan anak laki-laki.  Hal yang menyebabkan perbedaan ini antara lain

1. Anak laki-laki lebih fokus ke perkembangan motoriknya sehingga perkembangan bahasanya akan lebih lambat bila dibandingkan dengan anak perempuan.

2. Perkembangan otak kanan laki-laki lebih cepat daripada anak perempuan sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan bahasanya.

3. Faktor permainan yang dimainkan anak laki-laki dan anak perempuan.  Anak perempuan lebih cenderung memainkan permainan yang bersifat komunikatif bila dibandingkan dengan anak laki-laki.  Sehingga anak perempuan akan lebih cepat menguasai bahasa.

Anak 2 tahun yang belum lancar berbahasa dikatakan normal apabila anak tersebut masih mampu

1. Anak dapat berbicara beberapa kata sederhana
2. Anak masih mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya
3. Anak masih mampu untuk memahami kata petunjuk singkat
4. Anak masih bisa diajak komunikasi meskipun hanya menggunakan bahasa isyarat dan bahasa tubuh.

Apabila dari ke 4 hal diatas anak masih bisa mampu menguasai maka anak yang telat bicara masih bisa diberikan stimulasi dan rangsangan hingga anak bisa berbicara.  Akan tetapi apabila dari 50 % dari kata-kata yang diucapkan tidak bisa dimengerti maka sebaiknya anak dibawa ke psikiater untuk diberi penanganan lanjutan.

Anak yang telat bicara bisa jadi karena memang anak berada dalam lingkungan keluarga yang pendiam.  Lingkungan keluarga yang pendiam akan membuat anak miskin kosa kata dan anak tidak akan terstimulasi dengan baik sehingga anak akan telat bicara.  Selain itu penyebab anak lambat bicara bisa jadi dikarenakan orang tuanya yang sibuk diluar.  Orang tua yang sibuk di luar akan sedikit berkomunikasi dengan anak.  Hal inilah yang membuat anak jarang mendapatkan stimulasi berbahasa.

Penyebab anak telat bicara yang perlu diperhatikan adalah bisa jadi karena perkembangan organisnya yang memang tidak mendukung.  Perkembangan organis yang perlu diketahui yaitu

1. Otak pusat bicaranya yang belum matang atau dikarenakan ada gangguan perkembangan otak atau yang biasa disebut dengan istilah Disphasia.

2. Susunan gigi dan bentuk lidah yang tidak sesuai juga akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak.

3. Sistem pendengaran anak yang terganggu juga bisa menyebabkan anak lambat berbicara.  Karena pendengaran merupakan faktor yang penting untuk anak menangkap kata-kata yang diucapkan kepadanya.

4. Keterbelakangan mental.

Untuk membantu anak agar anak cepat dan lancar berbicara dalam usia dua tahun maka para orang tua sebaiknya mengajak anak untuk latihan tiap hari.  Hal apa saja yang bisa dilakukan agar anak cepat bicara?  Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dirutinkan di rumah

1. Sering mengajak anak berbicara sejak anak usia bayi
2. Mengenalkan konsep-konsep sederhana pada anak.  Misalnya konsep besar kecil, warna, bau dan konsep suara
3. Segera koreksi apabila anak dalam mengucapkan kata-kata ada yang salah agar hal tersebut tidak berkelanjutan.
4. Bertahap dalam mengajarkan dan tidak perlu buru-buru.  Apabila anak memang belum jelas mengucapkan ya jangan dipaksakan.
5. Mulailah dari hal-hal yang anak sukai.  Misalnya mulai dari mainan anak-anak.  Kenalkan nama dari mainan tersebut dan perbanyak lagi kosa katanya.
6. Berikan pujian apabila anak mapu mengucapkan kata-kata dengan baik.

Anak yang telat dan lambat berbicara jangan disepelekan, dan jangan ada anggapan bahwa nanti anak juga akan lancar sendiri berbicara.  Pendapat seperti ini hanyalah merugikan untuk perkembangan anak.  Mulailah untuk memberikan stimulasi berbicara kepada anak agar anak lebih cepat menguasai bidang-bidang lainnya dan anak tidak terhambat karena anak masih fokus saja membetulkan bahasanya.  Padahal anak sudah waktunya untuk belajar hal lainnya baik itu di seklah maupun di rumah.

No comments:

Post a Comment